bintang

Minggu, 14 Februari 2016

edisi curhat author... hehe :D



Terkadang ingin sekali aku memiliki seseorang yang dapat menjadi sandaranku, menjadi pengingatku dan menjadi penghalangku. Apapun itu dan seperti apapun dia. Aku begitu mengharapkan sosoknya. Mungkin seorang saudra, ataupun seorang sahabat yang berakhlak luhur dan berbudi pekerti serta menjunjung tinggi agamanya diatas egonya. Yang berwawasan luas tanpa meninggalkan imannya, yang berpikir kedepan dengan bertumpu pada hati yang berpegang teguh pada Allah (Tuhannya). Seseorang yang selalu tak pernah lelah menasehatiku untuk selalu berada pada jalan-Nya. Memberiku petunjuk ketika hati dan pikiranku bertolak belakang serta menjadi penghalangku ketika aku akan berbelok.
Seperti ingin menangis saat kutulis semua keinginanku atas seseorang itu. tak perlu banyak, satupun sangat cukup ya Allah.  Aku tahu bahwa Kau Maha mengetahui perasaan hambamu. Satu keinginanku, berilah hambamu ini seorang sahabat yang kau ridhoi untuk dapat membimbingku ke jalan yang lebih baik. Sat aku berdoa seperti itu, bukan berarti aku tidak memiliki seorang teman maupun saudara ataupun seorang sahabat. Aku memiliki semua itu namun aku tak yakin karena sebagian dari mereka selalu terlihat selalu mementingkan dunia apalagi mengenai masalah cinta.
Tak bisa kupungkiri juga bahwa aku pula memikirkan nasib asmaraku. Tak dapat kupungkiri juga bahwa aku menginginkan memiliki seorang kekasih. Namun, sisi lain diriku enggan untuk memiliki kekasih karena aku begitu menginginkan seorang kekasih itu adalah imamku, halalku. Itulah pemikiranku yang tak sedikit orang menertawakan mimpiku untuk tidak berpacaran melainkan untuk berta’aruf. Apakah miimpiku salah? Sehingga mereka berpikir dan mengeluarkan opsi dan opini mereka bahwa mimpiku itu aneh dan sulit untuk menjalani satu hubungan tanpa mengetahui bagaimana pasanganku. Tapi hei..!! tak pernakah mereka berpikir bahwa ta’aruf itu menyenangkan. Bahwa kita akan mengetahui mana ikhwan yang benar-benar serius atau tidak terhadap kita. Dan bahkan banyak yang berhasil melahirkan suatu keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Selain itu juga kita dapat terhalang dari yang namanya dosa.
Tetap saja ada tapi-nya. Mereka menganggapku aneh dengan prinsip yang saat ini ku pegang. Mereka tak sejalan denganku. Aku ingin menjadi seorang akhwat yang lebih baik, mengerti dan memahami serta dapat mengamalkan agama dengan baik. Untuk itulah aku berdoa kepada Allah Tuhanku untuk mengirimkan seseorang yang dapat membimbingku menuju jalan-Nya tanpa merasa lelah terhadapku.
Semoga Engkau mendengar do’aku ya Allah... Amiin...

Tidak ada komentar: