Terkadang ingin sekali aku memiliki seseorang yang dapat
menjadi sandaranku, menjadi pengingatku dan menjadi penghalangku. Apapun itu
dan seperti apapun dia. Aku begitu mengharapkan sosoknya. Mungkin seorang
saudra, ataupun seorang sahabat yang berakhlak luhur dan berbudi pekerti serta
menjunjung tinggi agamanya diatas egonya. Yang berwawasan luas tanpa
meninggalkan imannya, yang berpikir kedepan dengan bertumpu pada hati yang
berpegang teguh pada Allah (Tuhannya). Seseorang yang selalu tak pernah lelah
menasehatiku untuk selalu berada pada jalan-Nya. Memberiku petunjuk ketika hati
dan pikiranku bertolak belakang serta menjadi penghalangku ketika aku akan
berbelok.
Seperti ingin menangis saat kutulis semua keinginanku atas
seseorang itu. tak perlu banyak, satupun sangat cukup ya Allah. Aku tahu bahwa Kau Maha mengetahui perasaan
hambamu. Satu keinginanku, berilah hambamu ini seorang sahabat yang kau ridhoi
untuk dapat membimbingku ke jalan yang lebih baik. Sat aku berdoa seperti itu,
bukan berarti aku tidak memiliki seorang teman maupun saudara ataupun seorang
sahabat. Aku memiliki semua itu namun aku tak yakin karena sebagian dari mereka
selalu terlihat selalu mementingkan dunia apalagi mengenai masalah cinta.
Tak bisa kupungkiri juga bahwa aku pula memikirkan nasib
asmaraku. Tak dapat kupungkiri juga bahwa aku menginginkan memiliki seorang
kekasih. Namun, sisi lain diriku enggan untuk memiliki kekasih karena aku
begitu menginginkan seorang kekasih itu adalah imamku, halalku. Itulah pemikiranku
yang tak sedikit orang menertawakan mimpiku untuk tidak berpacaran melainkan
untuk berta’aruf. Apakah miimpiku salah? Sehingga mereka berpikir dan
mengeluarkan opsi dan opini mereka bahwa mimpiku itu aneh dan sulit untuk
menjalani satu hubungan tanpa mengetahui bagaimana pasanganku. Tapi hei..!! tak
pernakah mereka berpikir bahwa ta’aruf itu menyenangkan. Bahwa kita akan
mengetahui mana ikhwan yang benar-benar serius atau tidak terhadap kita. Dan
bahkan banyak yang berhasil melahirkan suatu keluarga yang sakinah mawadah
warahmah. Selain itu juga kita dapat terhalang dari yang namanya dosa.
Tetap saja ada tapi-nya. Mereka menganggapku aneh dengan
prinsip yang saat ini ku pegang. Mereka tak sejalan denganku. Aku ingin menjadi
seorang akhwat yang lebih baik, mengerti dan memahami serta dapat mengamalkan
agama dengan baik. Untuk itulah aku berdoa kepada Allah Tuhanku untuk
mengirimkan seseorang yang dapat membimbingku menuju jalan-Nya tanpa merasa
lelah terhadapku.
Semoga Engkau mendengar do’aku ya Allah... Amiin...